Pujawan: Pendataan Warga ke Luar Negeri Harus Cermat agar Hak Pilih Tetap Terjaga
|
Bangli, Bawaslu Bangli — Tingginya jumlah warga yang bekerja di luar negeri menjadi perhatian serius dalam proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2026. Hal ini mengemuka saat Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, melaksanakan konsolidasi demokrasi bersama Kepala Desa Yangapi, I Wayan Edi Korniawan, pada Kamis (30/4/2026), dengan menekankan pentingnya pendataan yang cermat guna menjaga akurasi data pemilih dan melindungi hak pilih warga.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memetakan potensi kerawanan data pemilih di tingkat desa, terutama berkaitan dengan mobilitas penduduk yang cukup tinggi.
Putu Gede Pertama Pujawan menegaskan bahwa konsolidasi tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan melekat terhadap kualitas data pemilih.
“Konsolidasi ini penting sebagai langkah awal dalam memetakan kerawanan data pemilih, sehingga proses pemutakhiran dapat berjalan lebih akurat dan akuntabel,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Yangapi, I Wayan Edi Korniawan, mengungkapkan adanya tantangan dalam pendataan warga yang bekerja di luar negeri. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 117 warga bekerja di luar negeri. Namun, angka tersebut dinilai belum sepenuhnya valid.
“Beberapa dusun sudah menyampaikan laporan ke desa, namun jika diestimasi, jumlah warga yang bekerja ke luar negeri bisa mencapai sekitar 300 orang. Selain itu, terdapat enam agen penyalur tenaga kerja yang turut berperan dalam mobilitas warga,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Pujawan mengingatkan pentingnya ketelitian dalam proses pendataan oleh pemerintah desa. Ia menekankan bahwa pendataan yang cermat menjadi kunci untuk memastikan setiap warga negara tetap terakomodasi dalam daftar pemilih.
“Pendataan harus dilakukan secara cermat dan berkelanjutan, khususnya bagi warga yang bekerja di luar negeri, sehingga hak pilih mereka tetap terlindungi dan tidak hilang dalam proses pemutakhiran data,” tegasnya.
Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Kabupaten Bangli berharap sinergi antara pengawas pemilu dan pemerintah desa dapat terus diperkuat guna memastikan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas demokrasi.