Lompat ke isi utama

Berita

Peran Alumni P2P Diperkuat, Bawaslu Bangli Matangkan Pengawasan Partisipatif

Peran Alumni P2P Diperkuat, Bawaslu Bangli Matangkan Pengawasan Partisipatif

Peran Alumni P2P Diperkuat, Bawaslu Bangli Matangkan Pengawasan Partisipatif

Bangli, Bawaslu Bangli — Bawaslu Kabupaten Bangli terus mematangkan pengawasan partisipatif dengan memperkuat peran alumni Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P). Upaya tersebut diwujudkan melalui rembug awal pengawasan partisipatif yang digelar secara daring pada Senin (26/1/2026), sebagai langkah mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan berbasis partisipasi publik.

Kegiatan ini diikuti oleh para alumni P2P dari berbagai latar belakang yang selama ini menjadi mitra strategis Bawaslu dalam upaya pencegahan pelanggaran serta penguatan pengawasan Pemilu berbasis masyarakat. Rembug awal tersebut menjadi forum diskusi untuk menyamakan persepsi, bertukar gagasan, sekaligus menyusun langkah awal penguatan jejaring pengawasan partisipatif di Kabupaten Bangli.

Dalam Sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta , mengapresiasi pelaksanaan rembug awal pengawasan partisipatif bersama alumni P2P. Ia menyampaikan terima kasih atas komitmen dan kehadiran para alumni dalam mendukung penguatan pengawasan Pemilu berbasis masyarakat.

“Pemilu adalah wujud demokrasi yang membutuhkan partisipasi generasi muda. Adik-adik alumni P2P kami harapkan dapat berkontribusi aktif, tidak hanya dalam pengawasan, tetapi juga dalam meningkatkan literasi kepemiluan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan alumni P2P dalam pengawasan hanyalah sebagian dari kontribusi yang dapat dilakukan. “Masih banyak ruang peran yang bisa diambil dalam proses penyelenggaraan Pemilu ke depan. Mudah-mudahan, 20 tahun mendatang adik-adik inilah yang menjadi tulang punggung dan komando penyelenggaraan Pemilu,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, menyampaikan bahwa pertemuan bersama alumni P2P merupakan langkah awal pascapelaksanaan Pendidikan P2P untuk memperkuat pemahaman terhadap tahapan penyelenggaraan Pemilu serta dinamika regulasi kepemiluan ke depan.

“Pertemuan ini menjadi awal setelah Pendidikan P2P. Diskusi kita difokuskan pada pengenalan tahapan Pemilu serta perkembangan Rancangan Undang-Undang Pemilu yang tengah dibahas sebagai upaya penyempurnaan penyelenggaraan Pemilu,” jelasnya.

Ia menegaskan peran strategis alumni P2P sebagai penghubung antara Bawaslu dan masyarakat. 

“Alumni P2P kami harapkan terus berkomunikasi dan berkoordinasi agar dapat menjadi jembatan informasi kepemiluan kepada masyarakat, sehingga indeks demokrasi semakin baik dan bermartabat,” ungkapnya.

Terkait evaluasi Pilkada 2024, ia menyoroti netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Bangli. 

“Netralitas ASN pada Pilkada 2024 di Bangli tergolong tinggi di Bali. Oleh karena itu, Bawaslu terus melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi produk hukum terkait netralitas ASN, serta mendorong kolaborasi dan pemutakhiran data pemilih agar kualitas demokrasi ke depan semakin baik,” pungkasnya.

Dengan terlaksananya rembug awal pengawasan partisipatif ini, Bawaslu Kabupaten Bangli berharap sinergi dan peran aktif alumni Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) semakin solid dalam mengawal setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan, sehingga tercipta demokrasi yang berkualitas, berintegritas, dan bermartabat di Kabupaten Bangli.