Walau Tanpa Anggaran, Aryani Dorong Sosialisasi Dilakukan dengan Cara Kreatif
|
Bangli, Bawaslu Bangli – “Jangan menunggu ada anggaran baru kita bergerak. Sosialisasi tetap bisa dilakukan dengan cara-cara kreatif dan sederhana. Inovasi tanpa anggaran justru bisa menunjukkan keseriusan kita dalam mendekatkan Bawaslu kepada masyarakat,” tegas Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Aryani saat melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Publikasi Kehumasan di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangli pada Jumat (19/9).
Dalam arahannya, Aryani menekankan bahwa publikasi kehumasan memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Bawaslu. Ia menilai masa non-tahapan pemilu merupakan momentum tepat bagi humas untuk berkreasi lebih luas dalam menyampaikan pesan pengawasan, tanpa harus terhambat keterbatasan anggaran.
“Banyak cara yang bisa ditempuh. Mulai dari membuat konten edukasi sederhana di media sosial, menjalin kemitraan dengan komunitas lokal, menggelar diskusi kecil di ruang publik, hingga memanfaatkan momentum kegiatan masyarakat. Hal-hal sederhana tapi konsisten akan membawa dampak besar bagi citra kelembagaan Bawaslu,” jelasnya.
Aryani menambahkan, kreativitas humas harus mampu menghadirkan wajah Bawaslu yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Gunakan pendekatan yang ringan, komunikatif, namun tetap menegaskan pesan pengawasan. Dengan begitu, Bawaslu tidak hanya hadir di ruang formal, tetapi benar-benar dirasakan keberadaannya oleh masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta, menyambut baik arahan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa jajaran Bawaslu Bangli berkomitmen untuk menindaklanjuti pesan tersebut dengan mengoptimalkan publikasi dan sosialisasi secara kreatif, meski dengan keterbatasan anggaran.
“Kami di Bawaslu Bangli tentu sangat mendukung arahan dari Bawaslu Provinsi. Ke depan, kami akan terus berupaya menghadirkan kegiatan sosialisasi yang sederhana, inovatif, dan menyentuh langsung masyarakat. Hal ini penting agar nilai-nilai pengawasan bisa semakin membumi,” ujar Muliarta.
Dengan adanya dorongan dari Bawaslu Provinsi Bali dan komitmen dari jajaran Bawaslu Bangli, diharapkan publikasi kehumasan semakin mampu memperkuat kepercayaan masyarakat. Lebih dari itu, Bawaslu dapat hadir tidak hanya sebagai lembaga pengawas, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.