Lompat ke isi utama

Berita

Terungkap Pemilih Meninggal Masih Muncul Pada PDPB

Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan Melakukan Uji Petik PDPB 2026

Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan Melakukan Uji Petik PDPB 2026

Bangli, Bawaslu Bangli — Penyisiran daftar nama masyarakat yang diduga telah meninggal dunia namun namanya masih tercantum dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) kembali terungkap. Dalam kegiatan uji petik yang dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten Bangli di Kelurahan Bebalang dan Kelurahan Kawan pada Sabtu (7/3/2026), tercatat sebanyak enam orang warga yang telah meninggal dunia namun masih muncul dalam data pemilih.

Uji petik tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan Bawaslu Bangli terhadap proses pemutakhiran data pemilih agar tetap akurat dan mutakhir. Dari hasil penelusuran di lapangan, jajaran pengawas menemukan sejumlah nama warga yang berdasarkan keterangan masyarakat setempat telah meninggal dunia, tetapi masih tercantum dalam daftar PDPB.

Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, mengatakan bahwa temuan tersebut menjadi catatan penting dalam upaya menjaga kualitas data pemilih. Menurutnya, keberadaan data pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat, seperti pemilih yang telah meninggal dunia, perlu segera diperbarui agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Melalui kegiatan uji petik ini kami menemukan enam warga yang telah meninggal dunia namun masih tercantum dalam data pemilih berkelanjutan. Temuan ini tentu menjadi perhatian agar proses pemutakhiran data dapat dilakukan secara lebih cermat,” ujar Pujawan.

Ia menambahkan, hasil pengawasan yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Bangli akan ditindaklanjuti dengan penyampaian saran perbaikan kepada KPU Kabupaten Bangli agar data tersebut dapat segera diperbarui.

“Terhadap hasil pengawasan ini, Bawaslu Kabupaten Bangli akan menyampaikan saran perbaikan kepada KPU Kabupaten Bangli agar nama-nama warga yang telah meninggal dunia tersebut dapat segera ditindaklanjuti dalam proses pemutakhiran data pemilih,” jelasnya.

Pujawan juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap pemutakhiran data pemilih merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan daftar pemilih yang digunakan dalam setiap tahapan pemilu benar-benar valid dan akurat.

“Data pemilih yang akurat merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan demokrasi. Karena itu, pengawasan akan terus kami lakukan, termasuk melalui uji petik di lapangan untuk memastikan setiap perubahan data, seperti warga yang meninggal dunia,