Sinergi Bawaslu dan Media Kunci Informasi Publik yang Bermakna
|
Bangli, Bawaslu Bangli — Sinergi antara Bawaslu dan media menjadi kunci dalam menghadirkan informasi publik yang bermakna, kritis, dan edukatif. Hal tersebut ditegaskan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani dalam Rapat Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi serta Informasi Publik yang digelar pada Jumat (10/04/2026).
Di tengah tantangan penyajian informasi yang kerap terjebak pada pola seremonial, Bawaslu mendorong penguatan kolaborasi dengan media sebagai mitra strategis untuk menyampaikan substansi pengawasan pemilu secara lebih utuh dan mendalam.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri dalam memastikan kualitas informasi publik. Kami membutuhkan media sebagai mitra strategis untuk menyampaikan pesan pengawasan secara utuh, kritis, dan edukatif,” ujar Ariyani.
Ia menambahkan bahwa relasi antara Bawaslu dan media harus terus diperkuat sebagai ruang bersama dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan pemilu.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama membangun pemahaman publik agar lebih kritis dalam melihat proses demokrasi,” tambahnya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta menambahkan bahwa keterlibatan media merupakan bagian dari upaya evaluatif yang terbuka dalam memperkuat kualitas publikasi kelembagaan.
“Masukan dari media menjadi penting bagi kami agar informasi yang disampaikan tidak sekadar menggambarkan kegiatan, tetapi juga mampu merefleksikan substansi pengawasan secara lebih mendalam,” katanya.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan menegaskan bahwa media sebagai pilar keempat demokrasi memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran publik sekaligus memperkuat fungsi edukasi masyarakat.
Dalam perspektif pengawasan, Bawaslu memandang momentum non-tahapan sebagai ruang krusial untuk membangun literasi demokrasi, khususnya dalam mengawal pemutakhiran data pemilih sebagai tahapan fundamental yang menentukan kualitas pemilu.
Perwakilan Bali Post, Ida Ayu Suastina mendorong agar penyajian informasi Bawaslu lebih menonjolkan sudut pandang yang tajam dan analitis agar memiliki nilai berita yang lebih kuat dan relevan bagi publik.
Melalui forum ini, Bawaslu menegaskan komitmennya untuk menggeser orientasi komunikasi publik dari sekadar pelaporan kegiatan menuju penguatan makna pengawasan, dengan menempatkan media sebagai mitra penting dalam menjaga kualitas demokrasi.