Lompat ke isi utama

Berita

Sambangi Bawaslu Bangli, Totok Hariyono: Bawaslu Pekerja Demokrasi, Bukan Sekedar Pemilu

Sambangi Bawaslu Bangli, Totok Hariyono: Bawaslu Pekerja Demokrasi, Bukan Sekedar Pemilu

Sambangi Bawaslu Bangli, Totok Hariyono: Bawaslu Pekerja Demokrasi, Bukan Sekedar Pemilu

Bangli, Bawaslu Bangli – Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Totok Hariyono, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bawaslu Kabupaten Bangli pada Sabtu (26/7). Dalam kunjungan tersebut, Totok menekankan pentingnya membangun pola pikir sebagai pekerja demokrasi, bukan semata-mata sebagai pekerja pemilu.

Menurutnya, pemilu hanyalah salah satu pilar dalam sistem demokrasi. Justru kegiatan di luar tahapan pemilu (non-tahapan) memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai demokrasi.

“Mindset yang harus kita bangun adalah sebagai pekerja demokrasi. Demokrasi tidak hanya berhenti pada pemilu. Justru di luar tahapan, kita memiliki ruang yang luas untuk memperkuat partisipasi masyarakat dan mencegah pelanggaran secara sistematis,” ujar Totok.

Dalam kesempatan tersebut, Totok Hariyono juga menekankan pentingnya menjalankan kerja-kerja non-tahapan sebagai bagian dari penguatan demokrasi secara berkelanjutan. Ia menyebutkan dua bentuk kerja non-tahapan yang dinilai krusial untuk dilakukan oleh jajaran pengawas pemilu:

Pertama, penyampaian dan diskusi mengenai pelanggaran pemilu. Bawaslu diharapkan dapat mempublikasikan data serta analisis atas berbagai bentuk pelanggaran yang terjadi dalam Pemilu Tahun 2024. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk akuntabilitas dan refleksi bersama, agar masyarakat memahami pola pelanggaran yang terjadi serta semakin sadar akan pentingnya pengawasan partisipatif.

 

Kedua, mitigasi dan dialog demokrasi dengan kelompok masyarakat. Totok mendorong agar dilakukan pemetaan terhadap kelompok-kelompok strategis di masyarakat—seperti organisasi kemasyarakatan, kelompok pemuda, tokoh adat, dan komunitas lokal—untuk diajak berdialog secara aktif. Tujuannya adalah membangun kesadaran kolektif, memperkuat pemahaman tentang demokrasi, dan mengevaluasi praktik pemilu sebelumnya sebagai dasar membangun pemilu yang lebih berintegritas di masa mendatang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta, menyambut baik arahan tersebut. Ia menegaskan bahwa Bawaslu Bangli akan terus memperkuat kerja-kerja pengawasan di luar tahapan sebagai bagian penting dari penguatan demokrasi.

“Arahan dari Bapak Totok Hariyono menjadi pengingat yang sangat penting bagi kami bahwa pengawasan demokrasi tidak boleh berhenti setelah pemilu usai. Kami di Bawaslu Bangli berkomitmen untuk tetap aktif, tidak hanya dalam tahapan, tetapi juga melalui kegiatan non-tahapan yang bertujuan membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi,” ujar Muliarta.

Ia menambahkan, Bawaslu Bangli akan terus mendorong pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam dialog demokrasi dan kegiatan pendidikan politik. Hal ini menjadi bagian dari upaya bersama menuju Pemilu 2029 yang lebih berkualitas, inklusif, dan berintegritas.