Lompat ke isi utama

Berita

RUDIA BAWASLU BALI SAMPAIKAN 10 KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI PENGAWAS PEMILU

RUDIA BAWASLU BALI SAMPAIKAN 10 KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI PENGAWAS PEMILU

#semetonbawaslu Anggota Bawaslu Provinsi Bali I Ketut Rudia, SE., MM sampaikan ada sepuluh kompetensi yang harus dimiliki oleh pengawas Pemilu.

Sepuluh kompetensi tersebut yakni, Penyampaian informasi, pengelolaan emosi, pemahaman komunikasi, kepemimpinan, membaca peta social, kenjasama, inisiatif, percaya diri, Analisa dan independensi. Begitu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembinaan SDM Pengawas dan Kesekretariatan di Lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi dan Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota yang diglear oleh Bawaslu Bali di Haris Hotel, Kuta, Bali, Selasa s.d Kamis (10 s.d 12 Maret 2020).

Rudia menjelaskan, sebagai pengawas Pemilu harus mampu menyampaikan informasi kepada publik tentang tugas dan tanggungjawabnya, hasil penanganan pelangaran yang sedang ditangani, dan berbagai kegiatan sosialisasi ketentuan aturan dan sanksi terkait Pemilihan.

Dalam mengelola emosi Tidak hanya emosi diri sendiri, tetapi pengawas juga harus memahami situasi emosi lawan bicara. Pengawas harus memahami cara menenangkan lawan bicara.

Dalam pemahaman informasi Baik itu komunikasi verbal dan non-verbal, harus bisa menangkap pesan yang dimaksud dengan baik, biar tidak melahirkan miskomunikasi.

Selanjutnya, Pengawas harus memiliki tanggungjawab baik terhadap individu maupun tim yang dibawahinya, serta  jangan memiliki rasa rendah diri, Pengawas juga harus mengetahui  kehidupan sosial, budaya, dan kondisi politik lokal di sekitarnya. Pengawas harus mampu bekerja sama dengan siapapun sehingga dapat mengatasi beban kerja yang berat.

Selain itu, jelas Rudia, Pengawas juga harus memiliki inisiatif belajar dan bekerja, termasuk inisiatif dalam menyelesaikan dan mengantisipasi permasalahan beserta solusinya, memiliki keyakinan dapat menyelesaikan tugas dan mengatasi permasalahan, mampu menganalisa terutama permasalahan hukum dan dalam bertugas termasuk membuat keputusan haruslah bebas dari tekanan siapapun.