Lompat ke isi utama

Berita

Purna Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial dan Aktif dalam Demokrasi

Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Purna, saat memberikan materi pada kegiatan Sosialisasi Pengenalan Pemilihan Umum Sejak Dini (Demokrasi di Sekolah) yang digelar oleh SMP Negeri 1 Susut

Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Purna, saat memberikan materi pada kegiatan Sosialisasi Pengenalan Pemilihan Umum Sejak Dini (Demokrasi di Sekolah) yang digelar oleh SMP Negeri 1 Susut

Bangli, Bawaslu Bangli – Di era digital, media sosial telah menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk berekspresi. Namun, di balik kebebasan itu, tersembunyi tanggung jawab besar agar bijak dalam bermedia sosial. Pesan itulah yang disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Purna, saat memberikan materi pada kegiatan Sosialisasi Pengenalan Pemilihan Umum Sejak Dini (Demokrasi di Sekolah) yang digelar oleh SMP Negeri 1 Susut, Kamis(6/11).

Dalam pemaparannya, I Nengah Purna menekankan bahwa generasi muda tidak boleh bersikap apatis terhadap isu-isu demokrasi. Menurutnya, pelajar adalah calon pemimpin bangsa yang harus memahami sejak dini pentingnya partisipasi dalam sistem demokrasi.

“Jangan pernah ragu untuk menyampaikan aspirasi. Suara generasi muda adalah bagian penting dalam menentukan arah bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purna memperkenalkan tiga lembaga penyelenggara pemilu yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertugas melaksanakan pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) berperan mengawasi seluruh prosesnya, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bertanggung jawab menjaga kehormatan serta etika penyelenggara pemilu.

“Ketiga lembaga ini saling melengkapi agar pemilu berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. KPU menyelenggarakan, Bawaslu mengawasi, dan DKPP menjaga marwah penyelenggara,” terang Purna.

Ia juga menegaskan bahwa media sosial harus dimanfaatkan secara positif, tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan penyebaran informasi yang benar.

“Gunakan media sosial sebagai ruang diskusi yang sehat, bukan untuk menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Purna juga mengingatkan agar para pelajar mempersiapkan diri sejak sekarang untuk menjadi pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab ketika sudah berusia 17 tahun.

“Kelak ketika sudah cukup umur, jadilah pemilih pemula yang cerdas, gunakan hak pilih dengan bijak, dan jangan sampai golput. Suara kalian sangat berarti bagi masa depan bangsa,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh para siswa-siswi SMP Negeri 1 Susut, yang aktif berdiskusi dan bertanya mengenai peran generasi muda dalam demokrasi serta kesiapan mereka sebagai calon pemilih di masa depan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bangli berharap pelajar dapat memahami sejak dini nilai-nilai demokrasi, serta menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berintegritas dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.