Lompat ke isi utama

Berita

P2P Perkuat Kesadaran Demokrasi, Siswa SMA N 1 Bangli Diajak Terlibat Aktif

P2P Perkuat Kesadaran Demokrasi, Siswa SMA N 1 Bangli Diajak Terlibat Aktif

P2P Perkuat Kesadaran Demokrasi, Siswa SMA N 1 Bangli Diajak Terlibat Aktif

Bangli, Bawaslu Bangli— Upaya memperkuat kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda terus digencarkan melalui Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang menyasar pelajar sebagai pemilih pemula. Melalui konsolidasi demokrasi yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bangli pada Kamis (16/04/2026), siswa didorong untuk tidak hanya memahami hak pilihnya, tetapi juga terlibat aktif dalam pengawasan proses demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta, dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Ia menyampaikan bahwa sekolah memiliki peran vital sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai demokrasi, seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, sinergi antara Bawaslu dan institusi pendidikan dinilai penting untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya pengawasan partisipatif sejak dini.

“Melalui konsolidasi ini, kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memahami hak pilihnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut mengawasi jalannya proses demokrasi agar tetap jujur dan berintegritas,” ujar Muliarta.

Selain itu, Muliarta juga mensosialisasikan Program Bawaslu RI, yakni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), sebagai wadah pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.

Ia berharap siswa-siswi SMA Negeri 1 Bangli dapat berpartisipasi dalam program tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kualitas demokrasi. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda, termasuk dari SMA N 1 Bangli, untuk terlibat dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif, sehingga ke depan lahir pengawas-pengawas partisipatif yang kritis, berintegritas, dan berkomitmen terhadap demokrasi,” tambahnya.

Kepala SMA Negeri 1 Bangli, Komang Gede Juliarta Danendra, menyambut baik kegiatan tersebut dan menegaskan komitmen pihak sekolah dalam mendukung penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan pendidikan.

“Dalam rangka memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah, kami menyatakan siap untuk menjalin dan meningkatkan sinergitas dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melalui berbagai kegiatan sosialisasi, pendidikan pengawasan partisipatif, serta program-program yang mendorong keterlibatan aktif pemilih pemula. Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan Bawaslu merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang sadar demokrasi sehingga mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi yang kuat serta berperan aktif dalam menjaga integritas proses pemilu di masa mendatang.