Lompat ke isi utama

Berita

MPLS Bernilai Demokrasi: Bawaslu Bangli Tanamkan Kesadaran Politik di SMA N 1 Bangli

MPLS Bernilai Demokrasi: Bawaslu Bangli Tanamkan Kesadaran Politik di SMA N 1 Bangli

MPLS Bernilai Demokrasi: Bawaslu Bangli Tanamkan Kesadaran Politik di SMA N 1 Bangli

Bangli, Bawaslu Bangli – Menyasar langsung generasi penerus bangsa, Bawaslu Kabupaten Bangli memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Melalui kegiatan edukatif yang berlangsung di SMA Negeri 1 Bangli pada Kamis (24/7), Bawaslu hadir memberikan pemahaman kepada peserta didik baru tentang pentingnya peran aktif dalam menjaga proses demokrasi yang bersih, adil, dan berintegritas.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, menyampaikan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama menjelang mereka menjadi pemilih pemula pada pemilu mendatang.

“Generasi muda merupakan ujung tombak dalam menjaga demokrasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, termasuk dalam hal pengawasan pemilu,” ujar Pujawan.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif bukan hanya tugas lembaga formal, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab setiap warga negara, termasuk pelajar. Edukasi politik sejak dini, menurutnya, akan menumbuhkan karakter yang kritis, tanggap, dan bertanggung jawab terhadap dinamika demokrasi.

“Edukasi politik sejak dini akan membentuk karakter generasi muda yang kritis, cerdas, dan peduli terhadap proses demokrasi. Kami berharap setelah mendapatkan materi ini, para siswa memiliki pemahaman bahwa demokrasi bukan hanya soal memilih, tetapi juga soal mengawasi dan menjaga integritasnya,” tegasnya.

Pujawan juga menambahkan bahwa setiap aspek kehidupan masyarakat, termasuk kurikulum pendidikan dan arah pembangunan, sejatinya merupakan hasil dari kebijakan politik. Oleh karena itu, generasi muda harus memiliki kecerdasan dan sikap kritis dalam menentukan pilihan politik mereka.

“Semua kurikulum yang dipelajari di sekolah dan seluruh pembangunan yang kita nikmati adalah hasil dari kebijakan politik. Maka dari itu, adik-adik harus betul-betul cerdas dan kritis dalam memilih pemimpin, karena satu suara sangat menentukan arah masa depan bangsa,” ungkapnya.

Menutup kegiatan tersebut, Pujawan menyampaikan harapan agar penguatan pengawasan partisipatif dapat menjadi program berkelanjutan di berbagai satuan pendidikan di Bangli.

“Ke depan, kami berharap kegiatan penguatan pengawasan partisipatif bisa menyentuh seluruh satuan pendidikan di Bangli. Kami ingin menciptakan ekosistem demokrasi yang sehat, dimulai dari ruang-ruang pendidikan,” pungkasnya.