Lompat ke isi utama

Berita

Lewat Tuak Bangli di RPKB, Bawaslu Tegaskan Peran Strategis di Masa Non Tahapan Pemilu

Lewat Tuak Bangli di RPKB, Bawaslu Tegaskan Peran Strategis di Masa Non Tahapan Pemilu

Lewat Tuak Bangli di RPKB, Bawaslu Tegaskan Peran Strategis di Masa Non Tahapan Pemilu

Bangli, Bawaslu Kabupaten Bangli — Tidak hanya hadir saat tahapan Pemilu, Bawaslu terus memastikan demokrasi tetap hidup melalui edukasi dan penguatan partisipasi publik. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Program Tuak Bangli (Tutur Aktualisasi Kepemiluan di Bangli) bertema “Kerja Bawaslu di Masa Non Tahapan” yang disiarkan melalui Radio Publik Kabupaten Bangli (RPKB), Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, dan Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta, sebagai narasumber.

Program Tuak Bangli diselenggarakan sebagai media komunikasi publik untuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait peran dan kerja Bawaslu di luar tahapan Pemilu, sekaligus memperkuat edukasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif.

Dalam siaran tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Putu Agus Tirta Suguna menegaskan bahwa Bawaslu tidak hanya bekerja pada saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi juga aktif di masa non tahapan melalui pendidikan politik dan penguatan partisipasi masyarakat.

“Di masa non tahapan, fokus Bawaslu adalah pendidikan politik dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek. Peran masyarakat tidak berhenti di TPS, tetapi juga dalam pengawasan partisipatif untuk mewujudkan Pemilu yang berkeadilan,” ujarnya.

Suguna juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap regulasi kepemiluan agar mampu berperan aktif memberikan informasi dan laporan kepada Bawaslu. Ia menambahkan bahwa Pemilu sejatinya telah dipersiapkan sejak sekitar 20 bulan sebelum hari pemungutan suara dengan mengedepankan slogan CAT (Cegah, Awasi, Tindak), di mana fungsi pencegahan menjadi prioritas utama.

“Kami mengutamakan pencegahan melalui edukasi, imbauan, serta penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Setelah itu baru dilakukan pengawasan dan penindakan,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli I Nengah Muliarta menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Bangli secara konsisten mengimplementasikan instruksi dari Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi Bali, sekaligus terus melakukan inovasi sesuai kebutuhan daerah.

“Di masa non tahapan ini, kami fokus pada pembaruan data pemilih, pendidikan politik, serta penguatan kelembagaan melalui kegiatan seperti Jumat Sehati untuk menjaga kesehatan jasmani dan soliditas internal,” ungkap Muliarta.

Ia menjelaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Bangli juga aktif berkoordinasi dengan empat camat di wilayah Bangli untuk menjaga lingkungan, termasuk melalui kegiatan penanaman bibit. Selain itu, sosialisasi dan pendidikan politik terus dilakukan ke sekolah-sekolah sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang kelak menjadi pemimpin dan tulang punggung masa depan.

Muliarta juga menyinggung sejumlah peristiwa pelanggaran Pemilu yang pernah terjadi di Bangli, mulai dari kasus politik uang pada tahun 2014 yang telah berkekuatan hukum tetap hingga dugaan pelanggaran netralitas yang sempat viral pada tahun 2025.

“Pada periode berikutnya, pelanggaran serupa tidak lagi terjadi. Hal ini tidak terlepas dari masifnya pendidikan politik dan edukasi yang kami lakukan di masyarakat, terutama melalui pendekatan adat,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan media sosial membuat generasi milenial semakin mudah mengakses informasi, namun belum sepenuhnya mampu menyaring kebenaran informasi. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi kepemiluan menjadi sarana penting untuk menangkal hoaks yang beredar di media sosial.

Menutup penyampaiannya, Muliarta menegaskan bahwa politik tidak seharusnya dipandang sebagai hal yang tabu, karena politik menentukan arah kebijakan dan masa depan masyarakat.

“Kami terbuka dan siap hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait Pemilu. Masukan dan saran dari masyarakat menjadi bekal penting bagi kami untuk terus berbenah dan memperkuat kualitas pengawasan ke depan,” pungkasnya.

Melalui Program Tuak Bangli yang disiarkan secara langsung di Radio RPKB Kabupaten Bangli, Bawaslu menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berinteraksi dengan masyarakat, tidak hanya pada saat tahapan Pemilu, tetapi juga di masa non tahapan. Dengan mengedepankan edukasi, penguatan pengawasan partisipatif, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, Bawaslu berharap kualitas demokrasi di Kabupaten Bangli dapat terus meningkat menuju Pemilu yang berintegritas, berkeadilan, dan bermartabat.