Lompat ke isi utama

Berita

Lewat Siaran RPKB, Bawaslu Bangli Ajak Masyarakat Kawal Akurasi Data Pemilih

Lewat Siaran RPKB, Bawaslu Bangli Ajak Masyarakat Kawal Akurasi Data Pemilih

Lewat Siaran RPKB, Bawaslu Bangli Ajak Masyarakat Kawal Akurasi Data Pemilih

Bangli, Bawaslu Bangli – Melalui siaran di Radio Publik Kabupaten Bangli (RPKB), Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli Putu Gede Pertama Pujawan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Kegiatan edukasi demokrasi dengan tema “Pengawasan Partisipatif dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan” ini disiarkan pada Kamis (6/11).

Dalam kesempatan tersebut, Pujawan menjelaskan bahwa di masa non-tahapan Pemilu, Bawaslu tetap menjalankan tugas penting, yaitu melakukan pengawasan terhadap data pemilih berkelanjutan yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Bangli. Pengawasan dilakukan mulai dari kegiatan pencocokan terbatas (coktas) yang dilakukan KPU, hingga uji petik langsung ke lapangan.

“Walaupun saat ini belum memasuki tahapan Pemilu, Bawaslu tetap aktif mengawasi proses pemutakhiran data pemilih. Ini penting agar daftar pemilih benar-benar akurat, mutakhir, dan tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya,” jelas Pujawan saat siaran di RPKB.

Ia juga menambahkan bahwa dari hasil uji petik lapangan yang dilakukan Bawaslu Bangli, ditemukan adanya sejumlah data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Salah satu temuan adalah adanya pemilih yang secara administrasi tercatat meninggal dunia dan bahkan sudah memiliki akta kematian, padahal yang bersangkutan masih hidup.

“Temuan seperti ini menjadi perhatian serius. Karena kesalahan data seperti ini bisa berdampak pada hak pilih seseorang. Inilah mengapa pengawasan berlapis dan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan,” ungkapnya.

Melalui siaran di RPKB, Pujawan juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif sebagai relawan demokrasi dalam mengawasi data pemilih di lingkungannya masing-masing. Ia menekankan bahwa kesukarelawanan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam mewujudkan data pemilih yang bersih dan dapat dipercaya.

“Partisipasi masyarakat adalah bentuk nyata kepedulian terhadap demokrasi. Dengan semangat gotong royong, mari kita kawal bersama agar data pemilih di Bangli benar-benar akurat dan tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya,” ujarnya.

Bawaslu Bangli juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan atau informasi jika menemukan kejanggalan dalam data pemilih. Menurut Pujawan, hal ini merupakan bagian dari gerakan bersama untuk menjaga integritas demokrasi.

“Demokrasi yang kuat lahir dari partisipasi masyarakat. Mari bersama-sama kita kawal hak pilih, mulai dari data pemilih yang bersih,” pungkasnya.

Melalui siaran di Radio Publik Kabupaten Bangli ini, Bawaslu Bangli berharap pesan tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan data pemilih dapat menjangkau seluruh lapisan warga.

Edukasi demokrasi bukan hanya tugas lembaga, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat untuk memastikan proses Pemilu mendatang berjalan jujur, adil, dan berintegritas.