Bawaslu Kenalkan P2P, Dorong Pelajar Aktif Awasi Demokrasi
|
Bangli, Bawaslu Bangli — Upaya menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda terus diperkuat. Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, memperkenalkan Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) sebagai langkah strategis untuk mendorong pelajar terlibat aktif dalam pengawasan demokrasi. Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi di SMA N 2 Bangli pada Selasa (21/04/2026), pelajar tidak hanya dibekali pemahaman tentang pelaksanaan demokrasi, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai karakter sejak dini sebagai fondasi menghadapi Pemilu 2029.
Dalam pemaparannya, Pujawan menjelaskan bahwa tujuan utama Program P2P adalah mencerdaskan siswa dalam memahami dan menjalankan nilai-nilai demokrasi. Selain itu, Bawaslu juga memiliki kewajiban untuk membentuk karakter masyarakat sejak dini agar siap menghadapi dinamika demokrasi ke depan.
Ia menegaskan bahwa indeks demokrasi akan terus mengalami perubahan, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan dalam memberikan edukasi dan literasi kepada pelajar. Menurutnya, pemahaman terkait isu-isu seperti penyebaran hoaks dan praktik politik uang menjadi hal yang penting untuk disampaikan kepada siswa.
“Melalui P2P, kami ingin mencerdaskan siswa dalam pelaksanaan demokrasi sekaligus membentuk karakter mereka sejak dini. Edukasi mengenai hoaks dan politik uang sangat penting, karena merekalah yang akan menjadi pilar dalam menjaga kualitas demokrasi ke depan,” ungkap Pujawan.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan demokrasi. Dengan pemahaman yang baik, pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pemilih cerdas, tetapi juga mampu berperan aktif dalam mengawal proses demokrasi yang jujur dan adil.
Kepala SMA N 2 Bangli, I Gede Kariawan, mengapresiasi inisiatif Bawaslu dalam menghadirkan edukasi demokrasi di lingkungan sekolah. Ia menilai kegiatan ini memberikan ruang pembelajaran yang kontekstual bagi siswa untuk memahami peran mereka sebagai bagian dari masyarakat demokratis.
Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam program seperti P2P dapat membentuk sikap kritis sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pihak sekolah pun menyatakan kesiapan untuk terus mendukung kolaborasi serupa sebagai bagian dari penguatan karakter dan wawasan kebangsaan siswa.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara Bawaslu dan lingkungan pendidikan diharapkan semakin kuat, sehingga mampu mendorong keterlibatan aktif pelajar dalam menjaga kualitas demokrasi di masa mendatang.