Bawaslu Bangli Teken Perjanjian Kerja Sama dengan SMA negeri 1 Susut, Perkuat Pengawasan Partisipatif di Dunia Pendidikan
|
Bangli – Bawaslu Kabupaten Bangli terus mengembangkan pendekatan pengawasan partisipatif dengan menyasar dunia pendidikan. Kali ini, Bawaslu menggandeng SMA Negeri 1 Susut dalam kerja sama strategis untuk memperkuat peran pelajar dalam pengawasan Pemilu. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan pada Kamis (17/7).
Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini serta mendorong keterlibatan generasi muda sebagai pengawal integritas pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta, menegaskan bahwa pengawasan partisipatif tak bisa hanya dibebankan pada lembaga pengawas. Keterlibatan semua lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar, sangat dibutuhkan demi terciptanya demokrasi yang sehat dan berkeadilan.
“Kami ingin pelajar di Bangli tumbuh sebagai generasi yang melek demokrasi, paham pentingnya pemilu yang jujur dan adil, serta berani mengambil peran aktif dalam pengawasannya,” jelas Muliarta.
Ia juga menekankan bahwa edukasi kepemiluan bagi pemilih pemula merupakan kunci membentuk pemilu yang berintegritas di masa depan.
“Kesadaran politik harus ditanamkan sejak dini. Pelajar adalah pemilih masa depan—mereka perlu dibekali pemahaman agar bisa memilih dan mengawasi secara cerdas dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Kepala SMA Negeri 1 Susut, I Dewa Gede Anom, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyebut sinergi dengan Bawaslu sebagai bagian penting dalam membangun karakter siswa yang kritis dan berintegritas.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelengkap kurikulum, tapi bagian dari pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan. Kami ingin siswa kami tak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga memiliki kesadaran demokrasi,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, Bawaslu Bangli akan menghadirkan kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pelatihan kepemiluan kepada para siswa. Program ini juga akan terintegrasi dengan kegiatan ekstrakurikuler serta projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi gotong royong, kemandirian, dan bernalar kritis dalam konteks demokrasi.
Langkah ini diharapkan menjadi pionir bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bangli untuk ikut berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang sadar hak dan tanggung jawab politiknya, serta siap menjaga kualitas pemilu yang bersih dan berintegritas.