Bawaslu Bangli Hadiri Rapat Evaluasi P2P, Komitmen Perkuat Pengawasan Partisipatif
|
Denpasar, Bawaslu Bangli – Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta menghadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan P2P (Pendidikan Pengawasan Partisipatif) Daring serta Penyusunan Laporan Akhir Pencegahan, Pengawasan, Pengawasan Partisipatif, dan Hubungan Antar Lembaga Tahun 2025 yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Bali pada Selasa (25/11).
Dalam pemaparannya, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, menyampaikan bahwa antusiasme peserta pada tahap awal program cukup tinggi. Hal ini terlihat dari capaian 100% partisipasi Pre Test di seluruh kabupaten/kota. Namun, pada tahapan pembelajaran modul, audio visual, dan catatan kritis, terjadi penurunan keaktifan akibat beberapa kendala seperti jadwal yang beririsan dengan ujian sekolah serta hambatan teknis jaringan dan perangkat.
“Meski begitu, kabupaten seperti Gianyar, Klungkung, dan Karangasem tetap mampu menjaga tingkat partisipasi di atas 90% pada hampir seluruh rangkaian kegiatan,” jelas Ariyani.
Ia menambahkan bahwa dinamika serupa juga terjadi pada sesi diskusi daring. Sebagian kecil peserta tidak dapat mengikuti sesi secara penuh karena kesibukan, namun rata-rata kehadiran tetap berada di atas 90%.
Peningkatan kembali terlihat pada pelaksanaan Post Test dan RTL. Salah satu contoh nyata adalah aksi sosialisasi pengawasan partisipatif yang dilakukan peserta P2P Klungkung kepada pegawai LPD Desa Adat Semarapura.
“Capaian program ini tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengawasan. Kerja kita tidak perlu menunggu tepuk tangan, ini adalah tanggung jawab moral,” tegas Ariyani.
Selain evaluasi P2P, rapat juga menyoroti pentingnya memperkuat publikasi kegiatan pengawasan. Ariyani mengingatkan seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota agar lebih aktif menyampaikan informasi kepada publik. Publikasi tidak hanya dipandang sebagai laporan formal, tetapi sebagai bentuk transparansi dan upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pengawasan Pemilu. Konsistensi sosialisasi kelembagaan dinilai berperan penting dalam memperluas pemahaman publik dan mendorong partisipasi dalam pengawasan demokrasi.
Menindaklanjuti hal tersebut, Ketua Bawaslu Bangli I Nengah Muliarta menegaskan bahwa evaluasi dan penguatan publikasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan ke depan. “Kami menyambut baik arahan dan penekanan Ibu Ariyani. Transparansi dan komunikasi publik harus terus ditingkatkan sebagai upaya membangun kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap pengawasan Pemilu,” ujarnya.
Muliarta juga menekankan bahwa sinergi antarlembaga serta tingginya keterlibatan publik akan menjadi pondasi penting dalam memperkuat budaya pengawasan yang berintegritas, partisipatif, dan berkelanjutan.
Rapat evaluasi ini pun menegaskan komitmen Bawaslu Bali bersama seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota, termasuk Bawaslu Bangli, untuk terus meningkatkan kualitas program P2P, memperluas edukasi demokrasi, serta memperkuat publikasi pengawasan sebagai strategi membangun pengawasan partisipatif yang inklusif dan terpercaya.