Bawaslu Bangli Gandeng SMA N 1 Tembuku, Perluas Pengawasan Partisipatif di Dunia Pendidikan
|
Bangli, Bawaslu Bangli – Dalam upaya memperluas jangkauan pengawasan partisipatif dan menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak usia sekolah, Bawaslu Kabupaten Bangli menjalin kerja sama strategis dengan SMA Negeri 1 Tembuku. Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilaksanakan pada Jumat (18/7) bertempat di Ruang Kepala Sekolah SMA N 1 Tembuku.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret Bawaslu Bangli dalam melibatkan generasi muda, khususnya pelajar tingkat menengah atas, untuk berperan aktif dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan secara bertanggung jawab.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta, menegaskan bahwa pengawasan partisipatif bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar.
“Kami ingin pelajar di Kabupaten Bangli menjadi generasi yang melek demokrasi, memahami pentingnya Pemilu yang jujur dan adil, serta berani mengambil peran dalam mengawasi prosesnya,” ujar Muliarta.
Ia juga menambahkan bahwa Bawaslu Bangli akan terus mendorong edukasi kepemiluan guna memperkuat kesadaran kritis masyarakat, terutama pemilih pemula.
“Edukasi kepemiluan penting dikenalkan kepada pelajar sebagai calon pemilih. Ini menjadi fondasi penting untuk melahirkan Pemilu yang berintegritas di masa depan,” tambahnya.
Kepala SMA Negeri 1 Tembuku, I Komang Warsa, menyambut positif kerja sama ini. Ia menyatakan bahwa sekolah telah aktif membentuk budaya demokrasi di lingkungan pendidikan melalui berbagai program berbasis karakter dan partisipasi siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bawaslu Bangli. Ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi bagian penting dari pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan. Harapannya, siswa kami tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar akan pentingnya demokrasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Warsa menambahkan bahwa SMA N 1 Tembuku telah memiliki program Mimbar Demokrasi Sekolah sebagai wadah siswa untuk menyampaikan aspirasi dan melatih keberanian berpendapat. Selain itu, sekolah juga telah menerapkan miniatur Pemilu dalam pemilihan Ketua OSIS.
“Dalam pemilihan Ketua OSIS, kami sudah menerapkan sistem Pemilu yang sebenarnya. Ada tahapan debat kandidat, masa kampanye, dan pemungutan suara. Ke depan, kami berharap Bawaslu Bangli dapat ikut meninjau langsung proses tersebut, agar siswa merasakan praktik demokrasi secara utuh,” tambah Suarya.
Melalui kerja sama ini, Bawaslu Bangli akan memberikan edukasi, sosialisasi, serta pelatihan kepemiluan kepada para siswa. Program ini juga membuka ruang kolaborasi melalui kegiatan ekstrakurikuler dan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berbasis nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan.
Langkah ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bangli untuk turut berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang sadar demokrasi dan siap menjadi bagian dari Pemilu yang bersih dan berintegritas.