Aryani Dorong Inovasi dan Produktivitas dalam Kegiatan Pencegahan di Bawaslu Bangli
|
Bangli, Bawaslu Bangli – Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Aryani, menegaskan pentingnya inovasi dan semangat kolaboratif dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan di jajaran Bawaslu kabupaten/kota. Pesan tersebut disampaikannya saat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan Triwulan III Tahun 2025 di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangli, Senin (13/10).
Dalam arahannya, Aryani menekankan agar setiap koordinator divisi mampu berinovasi, menggerakkan seluruh staf di lingkup kerja masing-masing, serta membangun koordinasi lintas divisi sehingga kegiatan pencegahan dan sosialisasi dapat berjalan lebih optimal.
Sebagai langkah konkret, Aryani menginstruksikan jajaran P2H agar setiap staf mampu menghasilkan satu konten edukatif setiap minggu. Ia menegaskan, konten tidak perlu rumit, tetapi harus sederhana, menarik, dan informatif, dengan mengacu pada gaya komunikasi publik yang telah diterapkan melalui akun Instagram Bawaslu Provinsi Bali.
“Kreativitas itu tidak harus mahal. Yang penting pesannya sampai, bahasanya mudah dipahami, dan konsisten,” ujar Aryani.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar dalam pelaksanaan sosialisasi ke sekolah, khususnya di tingkat SMA, perlu memperhatikan potensi kerawanan terhadap netralitas ASN dan peserta didik, sehingga seluruh kegiatan tetap sejalan dengan prinsip independensi Bawaslu.
Di akhir arahannya, Aryani juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas naskah dinas.
“Naskah dinas tidak cukup hanya mengompilasi kegiatan, tetapi juga harus memuat substansi dan nilai informasi yang menggambarkan capaian dan upaya pencegahan yang dilakukan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh Bawaslu Provinsi Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi penting bagi jajaran Bawaslu Bangli untuk terus memperkuat pelaksanaan program pencegahan.
“Arahan yang disampaikan Ibu Ketut Aryani sangat relevan dengan tantangan kami di daerah. Kami akan menindaklanjuti dengan langkah konkret, termasuk peningkatan kapasitas staf serta optimalisasi publikasi kegiatan pengawasan partisipatif agar lebih masif dan berdampak,” ujar Muliarta.
Senada dengan itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, menambahkan bahwa arahan tersebut menjadi dorongan kuat bagi jajarannya untuk terus beradaptasi dan berinovasi.
“Kami sangat menyambut baik arahan dari Ibu Ketut Aryani. Apa yang beliau sampaikan menjadi motivasi bagi kami di Bawaslu Bangli untuk memperbanyak konten edukatif dan memastikan kegiatan pencegahan berjalan lebih efektif serta berkualitas,” ujar Pujawan.
Melalui kegiatan Monev ini, Bawaslu Provinsi Bali berharap agar jajaran Bawaslu kabupaten/kota terus memperkuat kinerja pencegahan, meningkatkan kreativitas dalam edukasi kepemiluan, serta menjaga semangat kolaborasi dalam membangun pengawasan partisipatif yang berintegritas.