Lompat ke isi utama

Berita

Aparat Desa Diingatkan Jaga Netralitas Saat Pemilu

Aparat Desa Diingatkan Jaga Netralitas Saat Pemilu

Aparat Desa Diingatkan Jaga Netralitas Saat Pemilu

Bangli, Bawaslu Bangli — Upaya menjaga integritas demokrasi terus dilakukan hingga ke tingkat desa. Dalam kegiatan konsolidasi demokrasi bersama jajaran Pemerintah Desa Taman Bali, Kecamatan Bangli, Kamis (5/3/2026), Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, mengingatkan pentingnya netralitas aparat desa dalam setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan mendatang.

Pujawan menegaskan bahwa masa non tahapan merupakan momentum penting bagi Bawaslu untuk terus memperkuat konsolidasi demokrasi di tengah masyarakat.

“Di masa non tahapan ini, selain melakukan pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Bawaslu juga terus melakukan konsolidasi demokrasi. Kami ingin memastikan kesadaran dan partisipasi masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa akurasi data pemilih menjadi perhatian penting agar hak konstitusional warga negara tidak terabaikan dalam pemilu mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Pujawan juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas kepala desa dan seluruh aparatur desa. Menurutnya, posisi pemerintah desa sangat strategis sehingga harus mampu menjaga sikap profesional dan tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis.

Ia menambahkan, pengalaman pada perhelatan Pilkada 2024 di Kabupaten Bangli menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak. Saat itu, Bawaslu Bangli telah menangani pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Berkaca dari pengalaman tersebut, kami berharap tidak ada pelanggaran netralitas yang melibatkan kepala desa maupun aparatur desa pada pemilu dan pemilihan mendatang. Netralitas adalah fondasi untuk menjaga keadilan dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Kepala Desa Taman Bali, I Nyoman Suargita, menyambut baik kegiatan konsolidasi yang dilakukan Bawaslu Bangli. Ia menilai kegiatan tersebut penting sebagai pengingat sekaligus penguatan bagi pemerintah desa dalam menjaga netralitas dalam setiap proses demokrasi.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi pengingat bagi kami di desa agar tetap menjaga netralitas serta mendukung terciptanya proses demokrasi yang jujur dan adil,” ujarnya.

Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Bangli berharap terbangun komitmen bersama antara pengawas pemilu dan pemerintah desa untuk menciptakan iklim demokrasi yang berintegritas, profesional, dan bebas dari keberpihakan politik di Kabupaten Bangli.