Bawaslu dan SMA N 1 Tembuku Rancang Pemilos sebagai Miniatur Pemilu
|
Bawaslu dan SMA N 1 Tembuku Rancang Pemilos sebagai Miniatur PemiluBangli, Bawaslu Bangli — Bawaslu Kabupaten Bangli bersama SMA Negeri 1 Tembuku mulai merancang pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) sebagai miniatur pemilu. Pembahasan tersebut dilakukan Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Tembuku, Sang Ayu Putu Citawati, Kamis (17/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pujawan menyampaikan bahwa KPU dan Bawaslu Kabupaten Bangli akan berkolaborasi dalam memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan Pemilos yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
Pujawan menyampaikan bahwa Pemilos perlu dirancang secara terstruktur, mulai dari pembentukan panitia, persyaratan pencalonan, penyusunan visi dan misi, proses kampanye, hingga pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.
“Pemilos perlu dirancang secara terstruktur, mulai dari proses pencalonan, penyusunan visi dan misi, pembuatan video profil atau CV calon untuk masa kampanye, hingga penentuan panelis dan penyusunan pertanyaan yang disesuaikan dengan visi dan misi masing-masing pasangan calon,” ujar Pujawan.
Sementara itu, Sang Ayu Putu Citawati menyampaikan bahwa pendampingan teknis kemungkinan akan dilakukan oleh KPU. Namun, hingga saat ini pendampingan teknis tersebut belum dilakukan. Meski demikian, pihak sekolah telah menerima rancangan pelaksanaan Pemilos dari KPU yang memuat tahapan mulai dari proses pencalonan hingga pemungutan dan penghitungan suara.
Ia berharap pelaksanaan Pemilos tahun ini dapat berlangsung semakin baik dan menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi para pelajar. Bawaslu Kabupaten Bangli sebelumnya juga telah terlibat dalam pendampingan proses Pemilos pada 2025.
Melalui pendampingan tersebut, Pemilos diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pemilihan pengurus OSIS, tetapi juga menjadi sarana bagi pelajar untuk memahami tahapan pemilu, mengenal proses demokrasi, serta membangun sikap kritis dan bertanggung jawab sebagai pemilih pemula.