Tanamkan Jiwa Pengawas Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Bangli Hadir di MPLS SMA N 1 Susut
|
Bangli, Bawaslu Bangli – Dalam upaya membentuk generasi muda yang sadar demokrasi dan peduli terhadap proses kepemiluan, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Bangli I Nengah Purna, hadir memberikan pendidikan pengawasan partisipatif kepada siswa baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Susut pada Selasa (22/7).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk membangun kesadaran politik sejak dini dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga integritas pemilu. Dalam pemaparannya, I Nengah Purna menekankan pentingnya peran aktif pelajar sebagai pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan peduli terhadap proses demokrasi.
“Pengawasan partisipatif bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda,” ujar Nengah Purna di hadapan para siswa.
Dalam sesi tersebut, I Nengah Purna juga memperkenalkan lembaga-lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga lembaga utama yang memiliki peran penting dalam proses kepemiluan, yaitu KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai penyelenggara teknis pemilu, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) sebagai lembaga yang mengawasi seluruh tahapan pemilu, dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) sebagai pengawal etik penyelenggara pemilu.
“Penting bagi adik-adik untuk mengetahui siapa saja yang bekerja di balik jalannya pemilu yang jujur dan adil. Dengan mengenal lembaganya, kita juga bisa tahu ke mana harus melapor jika menemukan pelanggaran,” jelas purna
Ia juga mengajak siswa untuk berani melaporkan setiap dugaan pelanggaran pemilu yang mereka saksikan di lingkungan sekitarnya. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang peka terhadap persoalan demokrasi dan aktif mengambil bagian dalam pengawasan pemilu yang bersih dan berintegritas.
Dengan kegiatan ini, Bawaslu Bangli berharap dapat mencetak generasi muda yang sadar hukum, peduli terhadap pemilu, dan siap menjadi bagian dari pengawas demokrasi di masa depan.