Tangkal Hoaks, Bawaslu Bangli Dorong Warga Jadi Pengguna Media Sosial yang Bijak
|
Bangli, Bawaslu Bangli – Upaya menangkal penyebaran hoaks dan memperkuat ketahanan demokrasi di era digital terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Bangli. Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Purna, mengajak warga Desa Adat Pengotan menjadi pengguna media sosial yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam kegiatan Diskusi Konsolidasi Demokrasi yang digelar di Wantilan Desa Adat Pengotan, Kamis (6/8/2026). Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong untuk lebih cermat menyaring setiap informasi sebelum membagikannya agar terhindar dari penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan dan mencederai nilai-nilai demokrasi.
Dalam pemaparannya, I Nengah Purna menegaskan bahwa media sosial telah menjadi ruang utama pertukaran informasi yang sangat cepat. Di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan berupa maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat dan mengganggu harmoni sosial.
Menurutnya, masyarakat perlu membangun budaya saring sebelum sharing dengan memastikan kebenaran setiap informasi melalui sumber yang kredibel. Sikap kritis dalam menerima informasi merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya sebelum dibagikan kepada orang lain. Dengan begitu, kita tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks yang dapat memecah belah persatuan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Kemampuan memahami, memilah, dan memverifikasi informasi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme warga Desa Adat Pengotan yang turut menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman terkait penyebaran informasi di media sosial. Berbagai pertanyaan mengenai cara mengenali hoaks hingga pentingnya etika bermedia sosial menjadi bagian dari dialog antara peserta dan narasumber.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Bangli berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga ruang digital dari informasi yang menyesatkan. Dengan masyarakat yang cerdas dan bijak dalam bermedia sosial, diharapkan nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan demokrasi dapat terus terpelihara di tengah derasnya arus informasi digital.