Konsolidasi Demokrasi, Perkuat Persatuan dan Harmoni Adat
|
Bangli, Bawaslu Bangli – Konsolidasi demokrasi menjadi salah satu langkah strategis Bawaslu Kabupaten Bangli dalam memperkuat persatuan masyarakat dan menjaga harmoni adat di tengah keberagaman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Muliarta, dengan Tokoh Adat Batur, Guru Asta, pada Jumat (12/6/2026).
Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Bangli membangun sinergi dengan tokoh adat sebagai mitra penting dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta menjaga kebersamaan dan persaudaraan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, I Nengah Muliarta menegaskan bahwa tokoh adat memiliki posisi penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab bersama. Menurutnya, penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga perlu terus dirawat melalui komunikasi dan sinergi dengan seluruh komponen masyarakat.
“Tokoh adat merupakan salah satu pilar penting di tengah masyarakat. Melalui konsolidasi ini, kami berharap terbangun pemahaman dan komitmen bersama untuk menjaga kualitas demokrasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap proses demokrasi,” ujar Muliarta.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak boleh menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat. Menurutnya, hubungan sosial dan ikatan adat yang telah terbangun kuat harus tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan pandangan atau pilihan politik.
“Jangan sampai perbedaan pilihan politik menimbulkan konflik di tengah masyarakat, terlebih sampai berdampak pada hubungan adat. Demokrasi harus menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan, bukan sebaliknya. Karena itu, peran tokoh adat sangat penting dalam menjaga kerukunan dan memastikan nilai-nilai kebersamaan tetap terpelihara,” tegasnya.
Guru Asta menyambut baik langkah yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Bangli dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan tokoh adat. Menurutnya, nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat sejalan dengan semangat menjaga persatuan, kebersamaan, serta partisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Konsolidasi demokrasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Bawaslu dan tokoh adat dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi yang sehat, damai, dan berintegritas. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, nilai-nilai demokrasi dan kearifan lokal dapat berjalan beriringan sebagai fondasi dalam menjaga persatuan serta mewujudkan demokrasi yang berkualitas di Kabupaten Bangli.