Lompat ke isi utama

Berita

Dari Sekolah untuk Demokrasi: Menyiapkan Generasi Kritis dan Partisipatif

Dari Sekolah untuk Demokrasi: Menyiapkan Generasi Kritis dan Partisipatif

Bangli, Bawaslu Bangli – Sekolah menjadi ruang strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan partisipatif kepada generasi muda. Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Kabupaten Bangli melakukan koordinasi dengan SMK Negeri 4 Bangli, Kamis (11/6/2026), guna menjajaki kerja sama dalam memperkuat literasi demokrasi bagi pelajar sebagai calon pemilih pada pemilu mendatang.

Dalam koordinasi dengan Kepala SMK Negeri 4 Bangli, Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, menyampaikan bahwa penguatan literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda sebagai calon pemilih pada pemilu mendatang.

Menurutnya, Bawaslu Kabupaten Bangli tengah menjajaki kerja sama dengan sekolah untuk memperluas edukasi demokrasi. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memahami peran mereka dalam proses demokrasi dan pengawasan partisipatif guna mencegah terjadinya pelanggaran pemilu.

Pujawan juga menjelaskan bahwa Bawaslu Bangli telah melaksanakan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) pada 3 Juni lalu sebagai upaya memberikan pemahaman awal kepada generasi muda mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu. Selain itu, Bawaslu juga telah menggelar Pemilihan Organisasi Siswa (Pemilos) di SMA Negeri 1 Tembuku sebagai sarana pembelajaran demokrasi, mulai dari proses pencalonan, pemungutan suara, pengawasan, hingga debat kandidat.

“Melalui edukasi yang berkelanjutan dan dukungan dari sekolah, kami berharap lahir pemilih yang cerdas, kritis, serta mampu berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi yang berintegritas,” ujar Pujawan.

Kepala SMK Negeri 4 Bangli, I Wayan Suparta, menyambut baik rencana kerja sama yang diinisiasi Bawaslu Kabupaten Bangli. Menurutnya, edukasi mengenai pemilu dan demokrasi sangat penting untuk mempersiapkan siswa sebagai pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

“Terima kasih atas kehadiran Bawaslu Bangli untuk membahas pemilu dan demokrasi sebagai upaya mempersiapkan anak-anak menjadi pemilih yang cerdas. Terkait informasi kepemiluan dan persiapan pra pemilu, hal tersebut juga menjadi bagian dari tugas sekolah dalam memberikan pemahaman demokrasi kepada siswa,” ujar Suparta.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara lembaga pendidikan dan penyelenggara pemilu guna melahirkan generasi yang sadar akan hak dan tanggung jawab politiknya. Dengan menggandeng SMK Negeri 4 Bangli, Bawaslu Bangli terus berkomitmen memperluas edukasi politik melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kalangan pelajar sebagai upaya mewujudkan demokrasi yang partisipatif dan berintegritas.