Konsolidasi Demokrasi: Bawaslu Bangli Dorong Verifikasi Teliti Terkait Data Pemilih di Kintamani
|
Bangli, Bawaslu Bangli – Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, mendorong verifikasi data pemilih secara teliti melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Selasa (28/7/2026). Menurutnya, pencermatan berdasarkan fakta di lapangan penting dilakukan untuk melindungi hak pilih masyarakat dan memastikan data pemilih tetap akurat.
Kegiatan yang diterima oleh Sekretaris Desa Catur, I Made Serinteg, tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu Bangli memperkuat pengawasan partisipatif sekaligus meningkatkan kualitas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) menjelang tahapan Pemilu.
Dalam kesempatan tersebut, Pujawan menegaskan pentingnya memastikan setiap data pemilih sesuai dengan kondisi faktual di lapangan agar tidak terjadi kesalahan yang berpotensi mengurangi hak konstitusional warga negara.
“Perlu pencermatan kembali untuk memastikan fakta di lapangan. Jika terjadi kesalahan pada proses pendataan sebelumnya, hak pilih warga harus tetap dijaga karena suara merupakan penentu utama dalam kontestasi politik. Sebaliknya, warga yang memang telah meninggal dunia wajib dicatatkan secara administrasi dengan benar dan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah,” tegas Pujawan.
Menurutnya, akurasi data pemilih merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan Pemilu yang demokratis. Oleh karena itu, sinergi antara penyelenggara pemilu, pemerintah desa, dan masyarakat diperlukan agar data pemilih selalu mutakhir, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain mendorong ketelitian dalam pemutakhiran data pemilih, Pujawan juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Ia mengimbau masyarakat untuk menyaring setiap informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya agar tidak terjebak informasi palsu atau hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
Tak hanya itu, Pujawan turut mengingatkan bahaya praktik politik uang yang dapat merusak kualitas demokrasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani menyampaikan informasi kepada jajaran Bawaslu apabila menemukan dugaan pelanggaran sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga integritas Pemilu.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Bangli terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mengawal akurasi data pemilih serta membangun kesadaran bersama untuk mewujudkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.