Lompat ke isi utama

Berita

Jangan Hanya Jadi Pemilih, Jadilah Pengawal Demokrasi

Jangan Hanya Jadi Pemilih, Jadilah Pengawal Demokrasi

Jangan Hanya Jadi Pemilih, Jadilah Pengawal Demokrasi

Bangli, Bawaslu Bangli – Jangan hanya jadi pemilih, jadilah pengawal demokrasi. Pesan tersebut disampaikan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H) Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, saat memberikan edukasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif kepada siswa baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Bangli, Rabu (15/7/2026). Melalui kegiatan tersebut, para pelajar didorong untuk menjadi pemilih yang cerdas sekaligus berani mengambil peran dalam mengawal integritas demokrasi sejak dini.

Dalam penyampaiannya, Pujawan menjelaskan kepada para siswa mengenai peran dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu. Ia juga memaparkan sejarah pengawasan pemilu di Indonesia yang dimulai pada tahun 1982 melalui pembentukan Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilu (Panwaslak), kemudian berkembang menjadi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) pada tahun 1999, hingga akhirnya terbentuk Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada tahun 2008 sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam menjaga integritas demokrasi.

Pujawan menegaskan bahwa pengawasan pemilu menjadi hal yang sangat penting karena tanpa adanya pengawasan berpotensi terjadi manipulasi hasil pemilu maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya. Oleh sebab itu, Bawaslu hadir untuk memastikan seluruh tahapan pemilu berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan demokratis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Bawaslu terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki Bawaslu menjadi alasan penting mengapa seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, perlu ikut berperan mengawasi jalannya pemilu. Ia pun mengajak para siswa agar tidak ragu melaporkan atau memberikan informasi kepada Bawaslu apabila di kemudian hari menemukan dugaan pelanggaran atau kecurangan dalam setiap tahapan pemilu.

“Apabila nantinya adik-adik menemukan dugaan pelanggaran atau kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu, jangan ragu untuk melaporkannya kepada Bawaslu. Pengawasan yang melibatkan masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas,” ujar Pujawan.

Pujawan juga mengingatkan bahwa pada pelaksanaan pemilu mendatang sebagian besar siswa yang mengikuti kegiatan tersebut telah memiliki hak pilih. Karena itu, ia berpesan agar hak pilih tidak mudah dipengaruhi oleh uang maupun janji-janji politik yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, masyarakat harus memilih pemimpin berdasarkan integritas, kapasitas, serta visi dan program yang ditawarkan demi menghadirkan pemerintahan yang mampu membawa kemajuan bagi bangsa.

“Jangan hanya jadi pemilih, jadilah pengawal demokrasi. Jadilah generasi yang cerdas menentukan pilihan, kritis menilai visi dan program para calon, serta berani mengawasi jalannya pemilu. Sebab, menjaga kualitas demokrasi bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Pujawan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bangli berharap para pelajar semakin memahami pentingnya demokrasi dan pengawasan partisipatif sejak dini. Dengan bekal pengetahuan tersebut, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas menggunakan hak pilih, tetapi juga berani mengawasi, peduli terhadap proses demokrasi, dan aktif menjaga integritas pemilu demi terwujudnya demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.