Lompat ke isi utama

Berita

Generasi Muda Harus Jadi Pelopor Demokrasi yang Cerdas di Era Digital

Generasi Muda Harus Jadi Pelopor Demokrasi yang Cerdas di Era Digital

Generasi Muda Harus Jadi Pelopor Demokrasi yang Cerdas di Era Digital

Bangli, Bawaslu Bangli – Generasi muda memiliki peran strategis sebagai pelopor demokrasi di era digital. Hal tersebut ditegaskan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Purna, saat memberikan edukasi kepemiluan kepada para siswa dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Tembuku, Selasa (14/7). Dalam kesempatan tersebut, para pelajar diajak memahami demokrasi sejak dini, menjadi pemilih pemula yang cerdas, serta berperan aktif dalam pengawasan partisipatif guna mewujudkan demokrasi yang berintegritas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Bangli dalam membangun kesadaran politik sejak dini serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi. Dalam pemaparannya, I Nengah Purna menekankan bahwa pemilih pemula perlu memahami esensi demokrasi sejak dini agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru. Menurutnya, pengawasan partisipatif dari kalangan pelajar menjadi salah satu kunci untuk menjaga transparansi, integritas, dan keadilan dalam setiap kontestasi politik di masa depan.

“Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang memahami hak dan tanggung jawabnya. Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pemilih, tetapi juga harus menjadi pengawas yang kritis, berintegritas, dan berani menyuarakan kebenaran,” tegas Purna.

Di hadapan ratusan siswa, I Nengah Purna juga memperkenalkan tiga lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia, yakni KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai penyelenggara teknis pemilu, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) sebagai pengawas seluruh tahapan pemilu, dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) sebagai lembaga yang menjaga etika penyelenggara pemilu. Ia menjelaskan bahwa pemahaman terhadap fungsi masing-masing lembaga penting agar masyarakat, khususnya pemilih pemula, mengetahui mekanisme penyelenggaraan pemilu sekaligus memahami ke mana harus menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran.

Lebih lanjut, I Nengah Purna menggarisbawahi keunggulan generasi masa kini yang memiliki akses luas terhadap teknologi digital dan arus informasi yang begitu cepat. Menurutnya, kondisi tersebut harus dimanfaatkan sebagai modal untuk meningkatkan literasi demokrasi, bukan justru menjadi ruang penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

“Generasi muda sekarang harus mengetahui lebih awal bagaimana demokrasi itu berjalan, karena adik-adik adalah pihak yang paling cepat memperoleh informasi dari berbagai media. Kabar dunia bahkan lebih dulu adik-adik ketahui. Gunakan keunggulan itu untuk menyebarkan informasi yang benar, melawan hoaks, dan ikut menjaga demokrasi agar tetap sehat,” ujar Purna.

Ia juga mengajak seluruh peserta MPLS untuk memanfaatkan media sosial secara bijak, meningkatkan budaya literasi digital, serta berani mengambil peran sebagai agen perubahan yang mampu menjaga nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sejak dini akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas pada masa mendatang.