Dari Demulih, Pujawan Perkuat Kesadaran Seniman Tangkal Hoaks dan Politik Uang
|
Bangli, Bawaslu Bangli – Memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi, Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli Putu Gede Pertama Pujawan mengajak seniman tukang ukir khas Bali I Nyoman Dirga untuk bersama-sama menangkal penyebaran hoaks dan menolak praktik politik uang. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang berlangsung di Desa Demulih, Kecamatan Susut, Rabu (19/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pujawan menekankan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat tidak hanya dituntut mampu menyaring informasi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga pilihan politik agar tidak dipengaruhi oleh praktik politik uang.
Ia mengajak masyarakat membangun budaya saring sebelum sharing dengan memastikan kebenaran informasi melalui sumber yang kredibel. Menurutnya, sikap kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi merupakan bagian dari upaya menjaga ruang digital tetap sehat sekaligus mencegah hoaks yang berpotensi memecah persatuan.
“Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya sebelum dibagikan. Begitu juga dalam menghadapi politik uang, masyarakat harus berani menolak dan tidak menjadikan pemberian materi sebagai dasar menentukan pilihan,” tegas Pujawan.
Pujawan juga mengajak I Nyoman Dirga untuk turut menyebarkan pesan positif tentang demokrasi melalui lingkungan sosial dan ruang digital. Menurutnya, seniman memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat karena dekat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Selain membahas hoaks dan politik uang, diskusi juga menyoroti pentingnya etika bermedia sosial, kemampuan memverifikasi informasi, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga proses demokrasi agar tetap jujur, berintegritas, dan bermartabat.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Bangli berharap semakin banyak elemen masyarakat yang memiliki kesadaran untuk bersama-sama menjaga demokrasi, baik dengan bijak bermedia sosial maupun berani menolak politik uang.