Rancang Pemilos sebagai Miniatur Pemilu, Bawaslu Bangli Perkuat Pendidikan Demokrasi
|
Bangli, Bawaslu Bangli — Menyiapkan pelajar memahami demokrasi tidak cukup hanya melalui teori. Bawaslu Kabupaten Bangli bersama SMA Negeri 2 Bangli merancang Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) sebagai miniatur pemilu yang memberi ruang bagi siswa untuk belajar dan mempraktikkan langsung proses demokrasi. Pembahasan tersebut dilakukan Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 2 Bangli, I Komang Nuriada, Rabu (23/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pujawan menyampaikan bahwa KPU dan Bawaslu Kabupaten Bangli akan berkolaborasi memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan Pemilos yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
Pujawan menekankan bahwa Pemilos perlu dirancang secara terstruktur, mulai dari pembentukan panitia, persyaratan pencalonan, penyusunan visi dan misi, proses kampanye, hingga pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.
“Pemilos perlu dirancang secara terstruktur, mulai dari proses pencalonan, penyusunan visi dan misi, pembuatan video profil atau CV calon untuk masa kampanye, hingga penentuan panelis dan penyusunan pertanyaan yang disesuaikan dengan visi dan misi masing-masing pasangan calon,” ujar Pujawan.
Pujawan juga menyampaikan bahwa SMA Negeri 2 Bangli memiliki dua kader Pengawasan Partisipatif (P2P) yang dapat dilibatkan dalam pengawasan pelaksanaan Pemilos. Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi kader untuk mempraktikkan pengetahuan pengawasan sekaligus mengembangkan budaya demokrasi di lingkungan sekolah.
“Kita memiliki dua kader P2P di SMA Negeri 2 Bangli. Ini bisa dimanfaatkan untuk menjadi bagian dari pengawasan Pemilos, sehingga mereka tidak hanya memahami pengawasan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengawal proses demokrasi di sekolah,” kata Pujawan.
I Komang Nuriada menyampaikan bahwa pihak sekolah siap mendukung pelaksanaan Pemilos sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi bagi peserta didik. Pihak sekolah juga akan melakukan koordinasi terkait tahapan dan teknis pelaksanaan agar Pemilos dapat berjalan sesuai dengan rancangan yang telah disusun.
Ia berharap pelaksanaan Pemilos tahun ini dapat berlangsung semakin baik dan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami proses demokrasi, khususnya bagi pelajar yang akan menjadi pemilih pemula.
Melalui pendampingan tersebut, Pemilos diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pemilihan pengurus OSIS, tetapi juga menjadi sarana bagi pelajar untuk memahami tahapan pemilu, mengenal proses demokrasi, serta membangun sikap kritis dan bertanggung jawab sebagai pemilih pemula.