Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Kelembagaan, Bawaslu Bali Dorong Bawaslu Bangli Jaga Disiplin, Etika, dan Marwah Lembaga

Perkuat Kelembagaan, Bawaslu Bali Dorong Bawaslu Bangli Jaga Disiplin, Etika, dan Marwah Lembaga

Perkuat Kelembagaan, Bawaslu Bali Dorong Bawaslu Bangli Jaga Disiplin, Etika, dan Marwah Lembaga

Bangli, Bawaslu Bangli – Menjaga marwah lembaga tidak cukup hanya melalui aturan dan administrasi, tetapi harus diwujudkan melalui disiplin, etika, dan keteladanan dalam setiap pelaksanaan tugas. Pesan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Putu Agus Tirta Suguna saat memberikan pembinaan dalam Rapat Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kabupaten Bangli pada Senin (24/8/2026).

Suguna mendorong seluruh jajaran Bawaslu Bangli untuk terus memperkuat kelembagaan dengan menjaga profesionalisme, kebersamaan, serta tanggung jawab sebagai bagian dari lembaga pengawas pemilu.

“Kita harus menyadari bahwa kita adalah bagian dari Bawaslu. Karena itu, marwah dan nama baik lembaga harus kita jaga bersama,” ujar Suguna.

Suguna mengingatkan bahwa Bawaslu merupakan lembaga yang relatif masih muda sehingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia harus terus dilakukan seiring dengan kewenangan dan tanggung jawab dalam mengawal demokrasi. Peningkatan kompetensi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, kelembagaan tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menyangkut disiplin, tanggung jawab, dan etika dalam bekerja. Di tengah efisiensi, seluruh jajaran tetap harus melaksanakan tugas dan kegiatan sesuai tanggung jawab masing-masing.

“Disiplin terhadap tugas dan kegiatan harus tetap dijaga, begitu juga etika dalam bekerja. Jaga kebersamaan dan kekompakan, serta jaga etika kerja,” tegasnya.

Suguna juga mengajak jajaran memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung efektivitas kerja tanpa mengesampingkan etika dan tanggung jawab. Konsistensi dalam menjalankan rutinitas kelembagaan, termasuk apel pagi serta penghormatan terhadap simbol negara melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Pancasila, juga perlu dipertahankan.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali Ida Bagus Putu Adhinata mengajak jajaran melakukan refleksi untuk memperkuat kembali kelembagaan dan memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai kewenangan.

“Ini merupakan kewajiban kita untuk melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing. Karena itu, perlu kita refleksikan kembali bagaimana kita menjalankan tugas dan tanggung jawab tersebut,” kata Adhinata.

Adhinata juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap jam kerja dan disiplin lainnya sebagai bagian dari profesionalisme serta tanggung jawab terhadap lembaga. Setiap jajaran memiliki peran dalam menjaga nama baik dan marwah Bawaslu melalui sikap, perilaku, dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Jaga marwah lembaga. Apa yang kita lakukan sebagai jajaran Bawaslu akan menjadi bagian dari penilaian masyarakat terhadap lembaga,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bangli I Kadek Adiawan menekankan pentingnya komunikasi dan sinergitas antara KPU dan Bawaslu sebagai sesama penyelenggara pemilu. Ia menyampaikan bahwa KPU Bangli terus berupaya menjaga komunikasi dan koordinasi dengan Bawaslu Bangli dalam menjalankan tugas kepemiluan.

“Kami selalu berusaha menjaga komunikasi dengan Bawaslu Bangli untuk menjaga sinergitas sebagai penyelenggara pemilu. Saya juga sering melihat kehumasan di Bawaslu Bangli cukup cepat dalam melakukan publikasi,” ujar Adiawan.

Menurutnya, komunikasi yang baik antarlembaga menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi yang efektif sekaligus mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli I Nengah Muliarta menyambut baik arahan dan penguatan yang disampaikan jajaran Bawaslu Provinsi Bali. Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi momentum untuk kembali melihat ke dalam, memperkuat fondasi kelembagaan, dan memastikan setiap jajaran memahami peran serta tanggung jawabnya.

“Penguatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kelembagaan tidak hanya dibangun melalui aturan dan administrasi, tetapi juga melalui kedisiplinan, keteladanan, kebersamaan, dan komitmen dalam menjalankan tugas. Arahan ini akan kami jadikan evaluasi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas kerja,” ujar Muliarta.

Muliarta menegaskan bahwa Bawaslu Bangli akan terus membangun budaya kerja yang solid, profesional, dan berintegritas. Menjaga marwah lembaga, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama yang harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.