Lompat ke isi utama

Berita

Lewat Program Tuak Bangli, Pujawan Tegaskan Pentingnya Pengawasan PDPB

Lewat Program Tuak Bangli, Pujawan Tegaskan Pentingnya Pengawasan PDPB

Lewat Program Tuak Bangli, Pujawan Tegaskan Pentingnya Pengawasan PDPB

Bangli, Bawaslu Bangli — Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, menegaskan pentingnya pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2026 guna memastikan data pemilih tetap akurat, valid, dan sesuai kondisi di lapangan. Penegasan tersebut disampaikan dalam Program Tuak Bangli (Tutur Aktualisasi Kepemiluan di Bangli) bertema “Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan 2026” yang disiarkan melalui Radio Pemerintah Kabupaten Bangli (RPKB) FM, Selasa (12/5/2026).

Dalam dialog tersebut, Pujawan menyampaikan bahwa berdasarkan Undang-Undang Pemilu, Bawaslu memiliki kewajiban melakukan pengawasan terhadap proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan untuk memastikan akurasi, kelengkapan, dan validitas data pemilih.

Menurutnya, pengawasan dilakukan tidak hanya melalui pencermatan administrasi, tetapi juga melalui uji petik langsung di masyarakat. Dengan keterbatasan sumber daya manusia, Bawaslu Kabupaten Bangli tetap melaksanakan sampling sebanyak 150 data setiap triwulan.

“Kami memastikan data yang dimiliki KPU benar-benar sesuai dengan kondisi di masyarakat. Jika ditemukan ketidaksesuaian, maka akan kami berikan saran perbaikan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Bawaslu terus mengedepankan langkah pencegahan guna meminimalisir potensi pelanggaran pemilu sejak dini. Menurutnya, upaya pencegahan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung terciptanya situasi pemilu yang kondusif pada pelaksanaan pemilu sebelumnya.

Selain melakukan pengawasan terhadap tahapan PDPB, Bawaslu Kabupaten Bangli juga memperkuat pengawasan partisipatif melalui pendidikan demokrasi dan literasi kepemiluan kepada generasi muda. Bahkan pada Juni mendatang, Bawaslu akan menggelar pendidikan pengawasan partisipatif dengan melibatkan kader pengawasan dari kalangan pelajar SMA/SMK di Kabupaten Bangli.

“Kami telah bekerja sama dengan tujuh SMA/SMK untuk memberikan edukasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif kepada siswa,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Bangli, Ni Putu Anom Januwintari, menjelaskan bahwa KPU tetap melaksanakan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan sesuai PKPU Nomor 1 Tahun 2025 agar data pemilih tetap valid dan akurat.

Saat ini, KPU Kabupaten Bangli mencatat sebanyak 199.542 pemilih yang tersebar di empat kecamatan. Dalam proses pemutakhiran data tersebut, KPU juga terus berkoordinasi dengan Disdukcapil serta pemerintah desa dan kelurahan untuk melakukan verifikasi data, termasuk data perubahan identitas maupun data kematian warga.

Melalui Program Tuak Bangli tersebut, diharapkan masyarakat dapat semakin memahami pentingnya Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan serta turut berpartisipasi dalam menjaga kualitas data pemilih. Sinergi antara penyelenggara pemilu, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, berintegritas, dan berkualitas di Kabupaten Bangli.