Apel Pagi, Pujawan Tekankan Persiapan Uji Petik dan Penguatan Edukasi Politik
|
Bangli, Bawaslu Bangli — Sejumlah agenda strategis mulai dimatangkan Bawaslu Kabupaten Bangli pada masa nontahapan, mulai dari persiapan uji petik pemilih disabilitas, percepatan tindak lanjut Bawaslu Membelajarkan Volume 2 Tahun 2026, hingga perancangan edukasi politik melalui Pemilos sebagai miniatur pemilu. Hal tersebut menjadi perhatian Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, saat memimpin apel pagi di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangli, Senin (31/8/2026).
Dalam arahannya, Pujawan menyampaikan bahwa pada bulan mendatang Bawaslu Kabupaten Bangli akan melaksanakan kegiatan uji petik terhadap pemilih disabilitas. Kegiatan tersebut perlu dipersiapkan dengan baik, baik dari sisi teknis maupun koordinasi, guna memastikan proses pengawasan berjalan optimal serta memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak pilih kelompok disabilitas.
Selain itu, Pujawan mengingatkan jajaran untuk segera menindaklanjuti Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 25 Tahun 2026 tentang Tahap Awal Seleksi Bawaslu Membelajarkan Volume 2 Tahun 2026. Ia menekankan agar seluruh persiapan dan materi yang menjadi tanggung jawab masing-masing dapat segera dirampungkan, mengingat batas akhir pengumpulan video ditetapkan pada 3 September 2026, sedangkan materi dijadwalkan pada 12 September 2026.
“Mohon segera ditindaklanjuti dan dirampungkan karena waktu pengumpulan sudah dekat. Kita harus memastikan seluruh kebutuhan dan materi dapat disiapkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pujawan menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Bangli juga akan merancang program edukasi politik melalui Pemilos (Pemilihan Ketua OSIS). Menurutnya, Pemilos dapat menjadi miniatur pemilu sekaligus ruang pembelajaran demokrasi bagi generasi muda untuk mengenal proses pemilihan yang demokratis, jujur, dan berintegritas.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu diharapkan tidak hanya hadir dalam pengawasan tahapan pemilu, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran dan pemahaman demokrasi sejak dini di kalangan pelajar.
Apel pagi tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan jajaran dalam menjalankan agenda kelembagaan, mulai dari persiapan uji petik pemilih disabilitas, penyelesaian tindak lanjut Bawaslu Membelajarkan Volume 2 Tahun 2026, hingga perancangan edukasi politik melalui Pemilos sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan demokrasi di Kabupaten Bangli.