Apel Pagi, Pujawan Dorong Target Kinerja dan Inovasi Jaga Eksistensi Lembaga
|
Bangli, Bawaslu Bangli — Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, mendorong seluruh jajaran untuk menetapkan target kinerja yang terukur, meningkatkan budaya dan etos kerja, serta menghadirkan inovasi guna menjaga eksistensi kelembagaan pada masa nontahapan. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangli, Senin (3/8/2026).
Dalam arahannya, Pujawan menyampaikan bahwa ke depan setiap bagian di lingkungan Bawaslu Kabupaten Bangli diharapkan memiliki target-target kerja yang jelas sebagai tolok ukur dalam meningkatkan kinerja lembaga.
“Ke depan saya harap ada target-target kerja yang jelas untuk meningkatkan kinerja. Dengan adanya target, setiap pekerjaan dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terukur, dan memberikan hasil yang optimal,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan budaya dan etos kerja di lingkungan Bawaslu Kabupaten Bangli. Menurutnya, semangat kerja yang disiplin, profesional, dan inovatif menjadi modal utama dalam menjaga eksistensi kelembagaan meskipun saat ini tidak berada pada tahapan pemilu maupun pemilihan.
“Budaya dan etos kerja perlu terus ditingkatkan. Kita juga harus menghadirkan inovasi agar eksistensi lembaga tetap terjaga dan kehadiran Bawaslu tetap dirasakan masyarakat pada masa nontahapan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pujawan menegaskan bahwa pendidikan demokrasi dan konsolidasi demokrasi harus terus menjadi fokus Bawaslu Kabupaten Bangli pada masa nontahapan. Menurutnya, kedua program tersebut merupakan upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam mengawal proses demokrasi di masa mendatang.
Apel pagi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Bangli dalam meningkatkan kinerja kelembagaan melalui target kerja yang terukur, budaya kerja yang profesional, inovasi yang berkelanjutan, serta penguatan pendidikan dan konsolidasi demokrasi sebagai wujud kehadiran Bawaslu di tengah masyarakat.