Lompat ke isi utama

Berita

Diskusi Demokrasi di Pengotan, Purna Tekankan Nilai Budaya dan Persatuan

Diskusi Demokrasi di Pengotan, Purna Tekankan Nilai Budaya dan Persatuan

Diskusi Demokrasi di Pengotan, Purna Tekankan Nilai Budaya dan Persatuan

Bangli, Bawaslu Bangli — Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Purna, menekankan pentingnya menjaga nilai budaya dan persatuan dalam kehidupan demokrasi saat melaksanakan Diskusi Konsolidasi Demokrasi bersama Penglingsir Puri Kawan Tanggu Bangli, Anak Agung Ketut Oka Hartawan, pada Jumat, (7/5/2026) di Bale Banjar Desa Adat Pengotan, Kabupaten Bangli.

Dalam diskusi tersebut, dibahas bahwa nilai budaya seperti menyama braya, musyawarah, dan rasa hormat antarsesama menjadi fondasi penting dalam menjaga harmonisasi sosial di tengah dinamika demokrasi. Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh kebersamaan dengan menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi yang damai, beretika, dan berbudaya.

Anak Agung Ketut Oka Hartawan menyampaikan bahwa budaya Bali sejak dahulu telah mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan sosial, termasuk dalam menyikapi berbagai perbedaan pandangan di masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai budaya tersebut perlu terus dirawat agar persatuan masyarakat tetap terjaga.

Dalam kesempatan tersebut, I Nengah Purna menegaskan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan melalui pengawasan tahapan pemilu dan pemilihan, tetapi juga melalui ruang-ruang dialog yang mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga demokrasi yang sehat dan harmonis.

Ia menambahkan, pendekatan budaya menjadi salah satu cara efektif dalam memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus menjaga keharmonisan sosial di tengah perkembangan dinamika politik dan demokrasi.