Di SMA Negeri 1 Kintamani, Pujawan Ajak Generasi Muda Bangun Kedewasaan Berdemokrasi Lewat Pemilos
|
Bangli, Bawaslu Bangli — Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, mengajak generasi muda membangun kedewasaan berdemokrasi melalui pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) di SMA Negeri 1 Kintamani, Selasa (20/10/2026). Menurutnya, Pemilos bukan sekadar memilih pemimpin OSIS, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami aturan, menghargai perbedaan pendapat, dan menerima hasil pemilihan secara dewasa.
Pujawan mengapresiasi keterlibatan perempuan sebagai kandidat dalam kontestasi tersebut. Ia menilai partisipasi ini menjadi bagian dari pembelajaran tentang kesetaraan dan kesempatan bagi seluruh siswa untuk terlibat dalam proses demokrasi. Ia juga memberikan masukan agar debat antarkandidat berfokus pada visi, misi, dan program kerja pasangan calon sehingga gagasan yang disampaikan lebih terarah dan mudah dipahami pemilih.
“Pertanyaan kepada pasangan calon sebaiknya langsung berkaitan dengan visi dan misi kandidat, jangan terlalu melebar ke visi dan misi sekolah. Dengan begitu, kandidat dapat menyampaikan argumentasi yang lebih terarah dan pemilih bisa memahami gagasan yang ditawarkan,” jelas Pujawan.
Ia menambahkan, debat akan lebih interaktif apabila setiap pasangan calon diberi kesempatan menanggapi pendapat kandidat lain. Dengan demikian, siswa dapat belajar menyampaikan pandangan, mempertahankan argumentasi secara santun, serta menghormati perbedaan gagasan.
Menurut Pujawan, Pemilos merupakan miniatur pemilu yang mengenalkan tahapan pencalonan, kampanye, debat, pemungutan suara, hingga pengawasan. Ia mengingatkan bahwa apabila tidak ada perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan, pemilu berikutnya dijadwalkan pada 2029. Karena itu, pemahaman kepemiluan perlu dibangun sejak dini sebagai bekal sebelum siswa menggunakan hak pilihnya.
Pujawan juga mendorong pemanfaatan media sosial untuk menyampaikan profil, visi, misi, dan program pasangan calon. Namun, informasi yang beredar perlu dicermati agar pemilih dapat menentukan pilihan berdasarkan informasi yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, ia mengingatkan panitia agar mempersiapkan kebutuhan teknis pemungutan suara, termasuk daftar hadir pemilih, pengawas, dan saksi sesuai mekanisme yang ditetapkan. Persiapan tersebut penting untuk menjaga ketertiban serta memastikan proses pemilihan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia turut menegaskan bahwa setiap kandidat harus siap menerima hasil pemilihan, baik menang maupun kalah. “Adik-adik harus siap menang dan siap kalah. Jiwa demokrasi membutuhkan kedewasaan dalam menerima hasil, menghargai pendapat orang lain, dan menghormati pilihan yang berbeda,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilos, I Gede Putu Darmika, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai demokrasi yang baik dan sesuai aturan. Meskipun belum sepenuhnya terlibat dalam proses demokrasi di masyarakat, pengalaman melalui Pemilos diyakini menjadi bekal bagi siswa ketika kelak berpartisipasi secara langsung.
Melalui pendampingan ini, Bawaslu Kabupaten Bangli mendorong pelaksanaan Pemilos yang tertib, sesuai aturan, dan memberikan ruang setara bagi setiap kandidat. Pemilos diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin OSIS, tetapi juga membentuk pelajar yang cerdas dalam memilih, menghargai perbedaan, menolak praktik yang bertentangan dengan prinsip demokrasi, serta bertanggung jawab dalam kehidupan demokratis.