Lompat ke isi utama

Berita

Dari TPS Sekolah, Bawaslu Bangli Bangun Kesadaran Demokrasi Sejak Dini

Dari TPS Sekolah, Bawaslu Bangli Bangun Kesadaran Demokrasi Sejak Dini

Dari TPS Sekolah, Bawaslu Bangli Bangun Kesadaran Demokrasi Sejak Dini

Bangli, Bawaslu Bangli — Kesadaran demokrasi dapat dibangun sejak bangku sekolah, salah satunya melalui praktik pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos). Hal ini menjadi perhatian Bawaslu Kabupaten Bangli saat mendampingi pelaksanaan Pemilos di SMK Negeri 4 Bangli, Rabu (21/10/2026). Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Purna, mengingatkan pentingnya kejujuran, netralitas, dan ketertiban agar TPS sekolah menjadi ruang belajar demokrasi yang nyata bagi pelajar.

Purna mengapresiasi pelaksanaan Pemilos di SMK Negeri 4 Bangli. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting bagi pelajar untuk menerapkan nilai-nilai demokrasi secara langsung, mulai dari pencalonan, kampanye, pemungutan suara, hingga penghitungan suara.

Kehadiran Purna merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Bangli memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, pelajar didorong memahami bahwa proses pemilihan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga harus menjunjung tinggi aturan, sportivitas, dan integritas.

Purna menegaskan bahwa pemungutan dan penghitungan suara bukan sekadar tahapan untuk menentukan pemenang, melainkan bagian penting dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini. Ia mendorong seluruh pihak untuk memastikan setiap suara dihormati dan proses pemilihan berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

“Pemilos bukan hanya tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga bagaimana prosesnya dilaksanakan dengan jujur dan terbuka. Melalui pengalaman ini, siswa dapat belajar bahwa integritas harus menjadi bagian utama dalam setiap proses demokrasi,” ujar Purna.

Dalam pelaksanaannya, Purna juga memberikan masukan kepada panitia agar denah dan tata letak Tempat Pemungutan Suara (TPS) disesuaikan dengan mekanisme pemungutan suara pada pemilihan umum pada umumnya. Penataan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai alur pemilih, lokasi bilik suara, serta kotak suara sehingga pelaksanaan Pemilos berlangsung tertib sekaligus menjadi sarana pembelajaran kepemiluan.

Ia juga menekankan pentingnya netralitas panitia, guru, dan pengawas selama proses pemilihan berlangsung. Seluruh pihak harus memberikan ruang yang adil bagi setiap pasangan calon serta tidak menunjukkan keberpihakan, sehingga siswa dapat menggunakan hak pilih secara bebas tanpa tekanan maupun pengaruh dari pihak lain.

“Setiap siswa harus berani menentukan pilihan berdasarkan keyakinan dan pertimbangan sendiri, bukan karena ajakan atau tekanan dari pihak lain. Setelah hasil ditetapkan, semua pihak juga harus menghormati hasil tersebut dan tetap menjaga persaudaraan, karena perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah,” tambahnya.

Melalui pendampingan Pemilos, Bawaslu Kabupaten Bangli berharap pelajar tidak hanya memperoleh pengalaman memilih pemimpin, tetapi juga memahami pentingnya integritas, kejujuran, dan sikap menghormati perbedaan. Dengan demikian, Pemilos menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang membekali generasi muda untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.