Lompat ke isi utama

Berita

Bukan Hanya Berebut Suara, Bawaslu Bangli Ajak Pelajar SMK Negeri 2 Bangli Berkompetisi Sehat

Bukan Hanya Berebut Suara, Bawaslu Bangli Ajak Pelajar SMK Negeri 2 Bangli Berkompetisi Sehat

Bukan Hanya Berebut Suara, Bawaslu Bangli Ajak Pelajar SMK Negeri 2 Bangli Berkompetisi Sehat

Bangli, Bawaslu Bangli — Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) menjadi kesempatan bagi pelajar untuk belajar berkompetisi secara sehat, menyampaikan gagasan, dan menghargai perbedaan pilihan. Nilai-nilai tersebut ditekankan Bawaslu Kabupaten Bangli melalui pendampingan debat kandidat Pemilos di SMK Negeri 2 Bangli, Senin (19/10/2026), yang dihadiri Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, I Nengah Purna.

Kehadiran Purna merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Bangli memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, pelajar didorong memahami bahwa proses pemilihan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi aturan, sportivitas, dan tanggung jawab.

Pemilos dirancang menyerupai proses pemilihan umum, mulai dari pencalonan, kampanye, debat kandidat, hingga pemungutan suara. Dalam debat tersebut, para pasangan calon menyampaikan visi dan misi, menjawab pertanyaan, serta menawarkan gagasan untuk memimpin OSIS pada periode mendatang.

Purna menegaskan bahwa debat kandidat bukan sekadar ajang untuk meyakinkan pemilih, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun sikap demokratis. Ia mendorong para kandidat menyampaikan program yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan, sementara para pemilih diharapkan mencermati visi, misi, dan program kerja sebelum menentukan pilihan secara mandiri.

Ia juga menekankan pentingnya keadilan dan netralitas dalam pelaksanaan Pemilos. Setiap pasangan calon harus memperoleh kesempatan yang sama dalam menyampaikan visi, misi, dan program kerja, termasuk alokasi waktu debat. Panitia, guru, dan pengawas juga harus menjaga netralitas serta tidak menunjukkan gestur atau dukungan melalui yel-yel kepada pasangan calon tertentu.

“Dalam demokrasi, menang dan kalah merupakan bagian dari proses. Setiap kandidat harus berkompetisi secara sehat dan menyampaikan gagasan tanpa menjatuhkan lawan. Panitia, guru, dan pengawas juga harus bersikap netral agar semua pasangan calon mendapat kesempatan yang adil dan siswa dapat menentukan pilihan secara bebas serta bertanggung jawab,” ujar Purna.

Melalui pendampingan Pemilos, Bawaslu Kabupaten Bangli berharap pelajar tidak hanya memperoleh pengalaman memilih pemimpin, tetapi juga memahami pentingnya integritas, sportivitas, dan sikap menghormati perbedaan. Dengan demikian, Pemilos menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang membekali generasi muda untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.