Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Demokrasi dari Sekolah, Bawaslu Bangli Siapkan Kerja Sama dengan SMK Negeri 4 Bangli

Perkuat Demokrasi dari Sekolah, Bawaslu Bangli Siapkan Kerja Sama dengan SMK Negeri 4 Bangli

Perkuat Demokrasi dari Sekolah, Bawaslu Bangli Siapkan Kerja Sama dengan SMK Negeri 4 Bangli

 

Bangli, Bawaslu Bangli — Upaya memperkuat pendidikan demokrasi sejak dari lingkungan sekolah terus didorong Bawaslu Kabupaten Bangli. Anggota Bawaslu Kabupaten Bangli, Putu Gede Pertama Pujawan, melakukan pertemuan dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 4 Bangli, Rabu (30/9/2026), untuk membahas tindak lanjut rencana kerja sama dalam bidang pendidikan politik, demokrasi, dan pengawasan partisipatif.

Pujawan menyampaikan, sebelumnya Bawaslu Kabupaten Bangli telah berkoordinasi dengan Kepala SMK Negeri 4 Bangli sekaligus menyampaikan rancangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bawaslu Kabupaten Bangli dan SMK Negeri 4 Bangli. Saat ini, rancangan tersebut tinggal menunggu persetujuan pihak sekolah untuk selanjutnya ditindaklanjuti melalui proses penandatanganan.

“Kami sebelumnya sudah melakukan pertemuan dengan Kepala SMK Negeri 4 Bangli dan telah menyampaikan draft perjanjian kerja sama. Saat ini tinggal menunggu persetujuan dari pihak sekolah, sehingga apabila sudah disepakati dapat segera kita tindak lanjuti dengan penandatanganan,” ujar Pujawan.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan politik dan demokrasi bagi peserta didik. Sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam memberikan pemahaman demokrasi kepada generasi muda, terlebih para siswa nantinya akan menjadi pemilih dan bagian dari masyarakat yang turut menentukan arah demokrasi.

Menurut Pujawan, pendidikan demokrasi perlu diberikan secara konkret dan dekat dengan kehidupan siswa. Salah satunya melalui Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) yang dapat menjadi miniatur proses demokrasi, mulai dari pencalonan, kampanye, pemilihan hingga menentukan pemimpin.

“Pemilos merupakan miniatur pemilu. Dari sana siswa bisa belajar berdemokrasi, mulai dari memahami visi dan misi calon, menentukan pilihan secara cerdas, hingga menghargai proses dan hasil pemilihan,” jelasnya.

Selain pendidikan demokrasi, Pujawan juga mendorong keterlibatan siswa dalam pendidikan pengawasan partisipatif. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pengetahuan dan keberanian untuk turut mengawal proses demokrasi, termasuk menyuarakan kebenaran apabila menemukan adanya kecurangan.

“Jangan takut menyuarakan kebenaran jika menemukan kecurangan. Cerdas dalam menentukan pilihan dan bijak dalam bermedia sosial juga menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat,” tegas Pujawan.

Ia berharap SMK Negeri 4 Bangli dapat berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan pengawasan partisipatif yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Bangli. Keterlibatan siswa diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kader-kader pengawasan partisipatif yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan keberanian untuk ikut menjaga kualitas demokrasi.

Melalui rencana kerja sama tersebut, Bawaslu Kabupaten Bangli berharap sinergi dengan SMK Negeri 4 Bangli semakin kuat, khususnya dalam memberikan pendidikan politik, demokrasi, dan pengawasan partisipatif kepada generasi muda sejak dari lingkungan sekolah.